Kasus – Kasus Yang Kami Advokasi

Menggagas tersedianya Rumah Aman di Batu. Hari Minggu tanggal 10 November 2019 kemarin, APIK bekerjasama dengan Sekolah Perempuan Desa pimpinan Salma Safitri dan Paralegal Batu dengan koordinatornya Enok Kustiyah.

Diskusi yang didukung oleh IDLO ini di laksanakan di Hotel Purnama Batu ini menggali pengalaman ibu-ibu dalam memberikan respon terhadap korban kekerasan perempuan dan anak, serta gagasan pemerintah untuk menyediakan Rumah Curhat di tingkat desa. Diskusi ini menghasilkan konsep Community Based Safe House yang intinya bertujuan untuk menguatkan dan memberdayakan korban dan masyarakat secara umum dan khususnya para pendamping korban.

Pada akhir diskusi disepakati ada 3 tim yakni tim materi, advokasi dan kampanye ( kertas plano).


Dalam kesempatan tsb Nursyahbai juga menyampaikan perdebatan di kalangan gerakan perempuan ttg Rumah Aman ( RA) : mereka yg menolak adanya RA berlendapat bahwa RA melegitimasi sikap diam masyarakat atas kekerasan terhadap perempuan karena tanggungjawab pelaku dalam hal ini suami diambil alih oleh masyarakat khususnya kelompok perempuan, RA berarti juga mencabut perempuan dari rumahnya yg selama ini menjadi pusat kehidupannya bersama anak-anak nya; harusnya pelakulah yg harus dikirim ke pusat-pusat rehabilitasi sampai dengan dinyatakan dapat berkomunikasi tanpa kekerasan, dan memahami maskulinitas yang lebih menghormati kesetaraan, sementara mereka yg setuju mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak nya harus segera dikeluarkan dari lokasi kekerasan yg dialaminya untuk menghindari situasi yg lebih parah.

Masalahnya yg juga sering terjadi ketika istri dan anak-anak keluar dari rumah, para suami dan atau keluarganya justru melapirkan ke polisi karena KDRT psikis dan sedihnya polisi malah memproses laporan para pelaku ini dapat memproses laporan korban. Sementara itu ibu-ibu PKK mengatakan bahwa pada tahun 2018, Tim Penggerak PKK mensosialisasikan perlunya ada Rumah Curhat di tingkat desa. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya.

Salute kepada ibu-ibu paralegal Batu yg mengisi hari liburnya yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, untuk menjadi pahlawan-pahlawan anti diskriminasi dan kekerasan di komunitasnya.(nk)